Saat aku menulis ini, aku tengah berada di Sekolah Indonesia Riyadh tepatnya di ruang guru (sambil menunggu Bapak mengajar). Ini adalah perjalanan pertama jarak jauhku sendiri. Sebuah perjalanan yang mengenalkanku pada kehidupan dilingkungan lain dengan kultur sosial sangat jauh berbeda dengan Indonesia. Aku akan memulai kisahku dari saat aku berangkat dengan Saudia Airlines.
Sebelumnya, hari itu, Rabu, 5 Maret 2014 saat aku mendapatkan jadwal penerbanganku. Aku akan berangkat ke Riyadh tempat Bapak mengajar kurang lebih 3 tahun ini. Aku berangkat hari jumat sore. Sebelumnya aku sudah berada di pamulang tempat kakakku, aku menemaninya selama kurang lebih 10 hari. Waktu itu aku berangkat ke jakarta naik kereta dengan adik sepupuku, ovi. Ovi akan berangkat ke Jepang dengan teman-temannya "Jenesys". Semacam pertukaran budaya mungkin sepahamku. Mas Iki pun juga ikut ke Jepang sebagai pembimbing. Alhasil, tinggal aku dan mba Anis di rumah dan juga dua ponakan tercinta Ghanea dan Dalhar. Mas faik dan mba Ina, Diah serta si kecil Zahwa juga sempat berkunjung ke Pamulang. Bener-bener rame hari itu. Menyenangkan.
Balik lagy ke cerita inti.
Awalnya aku akan berangkat sendiri ke Riyadh. Tapi Alhamdulillah, aku bisa sepesawat dengan Rosy putri teman bapak yang juga akan ke Riyadh. Rosy anak yang berani, ia juga easy going. Senang bisa berkenalan dengannya. Selama didalam pesawat, aku paling suka dengerin musik dan nonton film. Aku juga lumayan cocok dengan makanan di pesawat. So perutku kenyang sebelum turun dari pesawat. Hehee... alhamdulillah. .. yang tidak bisa aku lakukan di pesawat adalah tidur dengan nyaman. Karena memang aku termasuk orang yang susah tidur diperjalanan. Aku lebih suka dengerin musik. Tapi terkadang jika ngantuk berat aku tidur bisa sangat pulas.. hehe. ..
Oh iya, aku belum cerita saat di bandara Soe-Ta (Soekarno-Hatta), itu juga merupakan pengalaman yang lucu saat aku dikira orang malaysia bahkan diajak ngobrol bahasa Malaysia. Hehee.. salah seorang petugas juga mengira aku sedang melakukan perjalanan dinas saat melihat pasporku... aiwaa... hal ini merupakan hiburan tersendiri bagiku....
Bersambung....
oranyesastrajiwaku
Senin, 10 Maret 2014
Kamis, 05 Desember 2013
tulisan tentang sebuah mimpi as desire
semakin sering kubertemu dengan banyak orang yang telah mendapatkan mimpi mereka,
semakin membuatku berani untuk bermimpi.
semakin membuatku berani untuk bermimpi.
OrenZa
sempatkan waktu meskipun itu hanyalah kesempatan kecil,
karena tidak mustahil itu akan menjadi sebuah mimpi tak terduga.
OrenZa
kadang sesuatu terlihat indah saat kita memandang dari atas ke bawah,
gemerlapnya terkadang membuat hati terasa bahagia,
karena terkadang saat memandang dari bawah,
yang terasa hanyalah sesak.
OrenZa
Ekonomi Syari'ah Pilihan Menguntungkan
Ekonomi Syari’ah Pilihan Menguntungkan
Oleh: Qory Izatul Muna
Ekonomi syari’ah,
mendengar namanya saja saat ini hampir semua orang mengetahuinya. Hal ini
terlihat jelas dengan banyaknya perusahaan perbankan maupun non perbankan
(seperti: asuransi, pegadaian, bahkan pasar modal) menggunakan istilah syari’ah
sehingga disamping para ahli ekonomi syari’ah, praktisi syari’ah, dan
mahasiswa, orang awam pun sekarang sudah mulai mengetahui dan mungkin mulai
memikirkan tentang istilah syari’ah.
Tidak semua orang paham akan makna sebenarnya ekonomi
syari’ah, meskipun demikian saat ini tidak sedikit lagi orang
berbondong-bondong untuk melakukan transaksi ekonomi dengan sistem syari’ah
bahkan menggunakannya untuk berinvestasi secara syar’i. Tidak sedikit non muslim
yang mulai menggunakan sistem ekonomi syari’ah, dengan banyaknya mereka yang
melakukan transaksi ekonomi syari’ah (perbankan dan non perbankan). Jika memang seperti itu, lalu bagaimana dengan
makna sebernarnya ekonomi syari’ah? Bagaimana kedudukan ekonomi syari’ah
sendiri dalam Islam? Dan Apakah ekonomi syari’ah memang pilihan menguntungkan
untuk berinvestasi?
Ekonomi Syari’ah
Abdul Mannan dalam bukunya
Islamic Economics, Theory and
Practice mengatakan, “Islamic Economic is Social science which studies
the economics problems of a people imbued with the value of Islam” yang berarti
bahwa ilmu ekonomi Islam merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari
masalah-masalah ekonomi masyarakat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam. Hal
ini terlihat jelas bahwa ekonomi syari’ah tidak hanya sekedar ilmu yang
mempelajari masalah ekonomi saja, tetapi bagaimana memahaminya dengan
menyatukan kebiasaan masyarakat dan tentunya nilai-nilai Islam yang ada.
Kedudukan Ekonomi
Syari’ah
Pesatnya kemajuan perekonomian yang dialami
Indonesia tentunya dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik itu internal maupun
eksternal. Sejalan dengan hal itu, ekonomi syari’ah juga ikut merangkak semakin
maju dalam memposisikan kedudukan mereka di Indonesia. Hal ini menunjukkan
bahwa ekonomi syari’ah memiliki peranan penting dalam perekonomian di tanah
air. Dalam hal aset keuangan syari’ah, Indonesia pada Juni 2013, perbankan
syari’ah telah mengumpulkan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp163,966 triliun
yang berarti adanya peninkatan sebesar 37,5% dibandingkan dengan Juni tahun
lalu (2012). Begitu pula dengan pembiayaan yang telah disalurkan mencapai
Rp171,227 triliun yang berarti mengalami kenaikan sebesar 45,6% jika
dibandingkan dengan Juni tahun sebelumnya.[1]
Melihat peningkatan yang
terjadi diatas, tentunya faktor internal sangat mempengaruhi dalam menguatkan
manajemen dan permodalan, begitu pula dengan kesadaran masyarakat dalam
memahami tujuan ekonomi syar’ah (faktor eksternal) sehingga ekonomi syari’ah memiliki
tempat tersendiri dalam lingkungan ekonomi makro. Kemudian bagaimana dengan
kedudukan ekonomi syari’ah?
Menurut Al-Syatibi tujuan
pensyariatan dalam agama Islam ialah untuk kemaslahatan manusia di dunia ini dan di akhirat nanti.[2]
Allah berfirman dalam surat Al-Anbiya:107 yang artinya “Dan tiadalah kami utus engkau (Muhammad)
kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh Islam.” Kemaslahatan disinilah yang dimaksud oleh Islam. Jika ekonomi
syari’ah dapat memberikan kemaslahatan bagi umatnya dalam hal ini negara, maka
tentunya ekonomi syari’ah memiliki kedudukan dalam Islam.
Ekonomi Syari’ah Memang
Pilihan Menguntungkan Untuk Berinvestasi
Tujuan investasi syari’ah adalah untuk
mendapat sejumlah pendapatan keuntungan sesuai sistem syari’ah. Dalam berinvestasi
tentunya haruslah paham mengenai prinsip-prinsip keuangan Islami terlebih
dahulu, terutama tentang kontrak yang akan dilakukan apakah baik dan membawa
manfaat ataukah buruk yang dapat memberikan kerugian yang tidak adil bagi orang
lain. Dengan demikian mereka tidak akan naïf menerima ataupun menolak kontrak
yang ada dengan keuntungan yang diterima.
Al-Ghozali menyatakan, ”Keuntungan
merupakan kompensasi dari kepayahan perjalanan, risiko bisnis dan ancaman
keselamatan diri pengusaha. Sehingga wajar jika seseorang memperoleh keuntungan
dari risiko yang dihadapinya. Oleh karena itu, terlepas dari apapun polemik
mengenai investasi syari’ah yang dihadapi, investasi syari’ah tetap merupakan
salah satu pilihan yang menguntungkan dalam berinvestasi.
tulisan ini didedikasikan untuk gerakan ekonomi syari'ah Indonesia "gresindonesia" dan diikutsertakan dalam lomba karya tulis Ekonomi Syari'ah.
Selasa, 03 Desember 2013
ketika merindukan sebuah kebersamaan
jalan-jalan ke air terjun Pulosari bareng temen-temen (Sanah, Isnud, Tpunj, Ichda, Desta, Angie) yang sukanya juga maen :p setelah lama absen maen terakhir ke dieng wonosobo :)
ketika genggaman itu menjadi sebuah kebanggan
Moment of 24 Agustus 2013
Dimulai dari bangun pagi yang agak kesiangan kala itu, sedangkan jadwal keberangkatan menuju kampus UIN-SUKA jam 08.00wib harus sudah sampai. sekitar jam 6an aku menunggu perias wisuda yang belum dateng. saat sms masuk, buru-buru aku kedepan dan menemui perias. ada seorang ibu-ibu baru dateng pake motor dan bertanya "yang mw dirias ya?", dengan anggukan kepala langsung q ajak ibu itu masuk ke rumah dan mulai make up. tapi saat baru berjalan 5 menit. q merasakan ada perbedaan cara make-up yang tidak sesuai dengan yang q inginkan. tiba-tiba saja seorang santri masuk dan bilang kalau dia yang mau dirias wisuda sama ibu periasnya,... oo oww, ternyata aku salah gandeng perias masuk, hahahaa,....
perias yang seharusnya merias aku masi didepan ternyataa, dan dengan rasa maluku aku meminta maaf padanya karena terlalu ceroboh menggandeng orang masuk. sontak kakak2ku pun hanya bisa geleng2 kepala sambil tertawa karena melihat tingkahku yang sempet2nya ceroboh pagy ini. :D ternyata periasku yang asli tahu apa yang aku dan kakakku mau. jadilah diriku terbalut busana bernuansa pink merah.... jeng jeng jeng,... TARAAAA.... hahahaa
jam setengah delapanan barulah semuanya kelar dan buru-buru berangkat kampus. sampai sana pun langsung ngumpul bareng temen2 yang sudah cantik dan ganteng dengan busana toga kebanggaan. tak lupa photo-photo dulu sebelum masuk gedung pelantikan.:p pelantikan pun dimulai dan ketika namaku dipanggil, deg2annya minta ampun deh, takut membuat kesalahan aku pun berjalan dengan penuh harapan. sampailah lembaran itu berada ditanganku. syukurku akan ilmu yang kudapatkan selama ini. dan aku berharap dapat menggenggam ilmu itu dengan lebih baik lagi kedepannya. awalnya biasa tapi, ketika aku harus menulis namaku, kini ada 3 huruf menepel dibelakangku, itu pun membuatku tambah bangga, sehingga membuatku memiliki harapan yang lebih besar lagi, untuk menambah huruf2 itu, hehehe,...
terima kasih untuk kakak2ku yang selalu mendukungku apapun yang kulakukan. mba Anis, Mas iki, Mas Faik, mba Ina, dan ponakan tersayang Ghanea dan Dalhar yang rela menyisihkan waktunya untukku. aku bener-bener bahagia kala itu. dan paling khusus untuk Papandha Bundhaku disana yang selalu mendoakan dan memberikan yang terbaik untukku meskipun ga bisa dateng menemaniku :).
terimakasihku juga teruntuk adek2ku Sulma dan Salwa yang selalu mensupportku dengan cara mereka :) dan my lovely friends Ayuk, Sanah, Isnud, Desta, Ichda, Tpunj, Angie, dan yang mungkin ga bisa aku sebutin satu persatu... :) terima kasih telah menjadi teman terbaikku selama ini. :)
semoga aku bisa menjadikan harapan ini menjadi mimpi indah yang terkabulkan di masa depan :)
Langganan:
Postingan (Atom)


