Jumat, 04 Mei 2012


PENGGUNAAN COMPUTER-AIDED MANUFACTURING SYSTEM (CAMS) SEBAGAI USAHA PENGEMBANGAN PEMASARAN BISNIS
oleh: Qory Izatu Muna


BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Dewasa ini perkembangan teknologi informasi semakin meningkat. Semua itu terlihat dari gerak pertumbuhan yang cepat dalam suatu lingkungan yang menuntut sistem informasi dan teknologi informasi dalam membantu sebuah perusahaan untuk mencapai tujuan mereka. Segala sesuatunya dapat diperoleh dengan mudah dan cepat. Oleh karena itu, teknologi informasi menjadi sebuah ramuan yang diperlukan dalam membangun arah strategi suatu perusahaan.
Hal ini dapat diartikan bahwa teknologi informasi merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mengatasi masalah yang terjadi. Sehingga pada era globalisasi saat ini, khususnya pada perusahaan industri manufaktur dibutuhkan sebuah sistem yang dapat menunjang perkembangan zaman.
Sistem CAM (computer-aided manufacturing system) merupakan aplikasi dalam melakukan otomatisasi dan pengintegrasian berbagai bagian material dari proses manufaktur dengan aspek-aspek lain dari perusahaan.[1] Dengan menggunakan CAM akan dapat mengembangkan hasil (product), jasa, olahan dan kemampuan yang memberikan sebuah keuntungan strategi bisnis lewat kekuatan persaingan industri perusahaan.
Menurut Linch dan Cross (1991) dan Kaplan dan Norton (1996) ketika berkompetisi di pasar yang global, perusahaan harus terus-menerus meningkatkan baik kualitas produk maupun proses produksi.[2] Dengan demikian, dibutuhkan strategi pemasaran bisnis yang efisien dan efektif.
Dengan strategi yang efisien dan efektif, maka akan didapatkan hasil dari produk dengan kualitas yang baik sesuai dengan yang diprogramkan. Perkembangan CAM banyak ditemui pada berbagai industri, misalnya industri otomatif, industri makanan dan minuman, industri tambang, industri elektronika, industri kerajinan, dan lainnya.
Penggunaan CAM dapat menekankan biaya produksi yang lebih rendah dan lebih mudah dalam pemasaran produk. Meskipun dalam kenyataannya, CAM belum merupakan strategi produksi yang terdefinisikan dengan baik, tapi lebih merupakan sistem dan strategi yang dikembangkan untuk menangani berbagai aspek dari proses perancangan dan manufaktur.
Dengan demikian, penulis tertarik untuk menulis makalah dengan judul Penggunaan Computer-Aided Manufacturing System (CAMS) Sebagai Usaha Pengembangan Pemasaran Bisnis.

B.    Rumusan Masalah
Untuk memberikan arah pembahasan yang jelas dan operasional berdasarkan latar belakang, dapat dirumuskan permasalahannya sebagai berikut:
1.       Bagaimanakah pengertian Computer-Aided Manufacturing System (CAMS)?
2.       Bagaimanakah cara kerja Computer-Aided Manufacturing System (CAMS)?
3.       Bagaimanakah hubungan Computer-Aided Manufacturing System (CAMS) terhadap pemasaran bisnis?
4.       Bagaimanakah pengaruh Computer-Aided Manufacturing System (CAMS) terhadap perkembangan teknologi Informasi?


C.    Tujuan Penelitian
1.       Memahami pengertian Computer-Aided Manufacturing System (CAMS).
2.       Memahami cara kerja Computer-Aided Manufacturing System (CAMS).
3.       Memahami hubungan Computer-Aided Manufacturing System (CAMS) terhadap pemasaran bisnis.
4.       Memahami pengaruh Computer-Aided Manufacturing System (CAMS) terhadap perkembangan teknologi informasi.




BAB II
PEMBAHASAN


A.    Pengertian Computer-Aided Manufacturing System (CAMS).
Dalam sistem informasi manufaktur berbasis komputer menggunakan beberapa teknik untuk mendukung penggunaan komputer, diantaranya CAE (computer-aided engineering) dan CAD (computer-aided design), sedangkan CAM (computer-aided manufacturing) digunakan untuk membantu proses manufaktur dengan pengawasan dan pengendalian produksi, peralatan, dan mesin produksi.
Computer-aided manufaturing (CAM) dan Computer-aided design (CAD) merupakan suatu bentuk otomatisasi yang membantu perancang untuk memperbaiki berbagai gambar, spesifikasi, dan elemen-elemen yang berhubungan dengan perancangan yang menggunakan efek grafik khusus dan perhitungan program-program komputer.
CAM adalah aplikasi komputer pada proses produksi.[3] Penggunaan CAM pada komputer untuk mengotomatiskan pengolahan dan pengoperasian produksi pabrik. CAM juga digunakan pada mesin produksi yang telah dipasangkan sebuah alat pengolah mikro (microprocessors) dan beberapa diantaranya dikendalikan melalui komputer mini (mini computer).

 (maaf, gambarnya ga memadai)



 











Gambar CAM dan CAD[4]

Contoh CAM
B.    Cara Kerja Computer-Aided Manufacturing System (CAMS).
Computer-aided manufacturing (CAM) mencakup perencanaan proses manufaktur dan alat, yang melalui database dengan  mengontrol serta memindahkan bahan oleh komputer. Hal ini dapat dicapai dengan mengatur batch menurut grup teknologi (GT) dan menggunakan sistem manufacturing yang fleksibel yang dapat mempercepat aliran produk dan meningkatkan pemanfaatan mesin dalam lingkungan fabrikasi.
Dalam hal ini semua mesin dibutuhkan untuk menghasilkan part keluarga yang dikelompokkan bersama-sama. Ketika keluarga part yang sama dihasilkan didalam sel ke sel lainnya dan pemanfaatan kapasitas dapat dikurangi terhadap sejumlah aliran alternatif. Manfaat utama dari GT adalah mempercepat proses manufacturing dan mengurangi persediaan dalam proses.[5] Hal ini dapat dilakukan dengan cara memindahkan part keluarga dengan cepat melalui proses manufacturing.
CAM juga memanfaatkan komputer untuk mendisain proses produksi, mengontrol alat mesin dan mengontrol aliran bahan dalam manufacturing batch.[6] Karena dengan menggunakan komputer, sangat memungkinkan dalam melakukan perubahan mesin dengan cepat. Lebih lagi memungkinkan pengoperasian mesin secara otomatis setelah adanya petunjuk dari komputer server.


Ruang lingkup pemakaian CAM:
1.     Arsitektur, teknik, konstruksi
2.     Mekanik
1)     Automotif
2)     Penerbangan
3)     Consumer Goods
4)     Mesin-mesin
5)     Bangunan kapal
3.     Elektronika dan listrik
4.     Perencanaan proses manufaktur
5.     Rancangan rangkaian digital
6.     Aplikasi perangkat lunak

C.    Hubungan Computer-Aided Manufacturing System (CAMS) terhadap Pemasaran Bisnis.
Dalam dunia bisnis, sistem informasi pemasaran merupakan bagian dari sistem informasi manajemen yang digunakan dalam pemecahan masalah pemasaran. Fungsi bisnis dalam pemasaran menitikberatkan pada perencanaan, promosi, penjualan produk, pengembangan pasar, dan pengembangan produk baru guna meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.[7] Model dari sistem informasi pemasaran terlihat dalam gambar dibawah ini.
Sedangkan fungsi operasi dalam sistem informasi manufaktur merupakan semua aktivitas yang berhubungan dengan perencanaan dan pengendalian proses yang menghasilkan barang atau jasa. Model dari sistem informasi manufaktur terlihat dalam gambar dibawah ini.


Text Box: Product subsystemCan: Database     Input subsystem                                                       output subsystem
Text Box: Data processing subsystem                                           data
Environmental  sources
 
     data
Text Box: Place subsystem                                            data                               informasi
Internal source
 
 

Text Box: Marketing research subsystem    data                                                                          marketing
Text Box: Promotion subsystem                                            data                                manajemen
Text Box: Marketing intelligence subsystem
 

   data                                                                        informasi
Text Box: Price subsystem                                             data
Text Box: Integrate mix subsystem
 


                                             data


Gambar model sistem informasi pemasaran

Can:  databaseInput subsystem                                                       output subsystem
Text Box: Production subsystemText Box: Data processing subsystem                                           data
Environmental  sources
 
     data
Text Box: Inventory subsystem                                            data                               informasi
 

Text Box: Industrial engineering subsystem    data                                                                          marketing
Text Box: quality subsystem                                            data                                manajemen
Text Box: Manufacturing intelligence subsystem
 

   data                                                                        informasi
Text Box: Cost subsystem                                             data
 


                                            
Gambar model sistem informasi manufaktur
Dari kedua model di atas terlihat bahwa keduanya merupakan bagian dari sistem informasi manajemen. Dimana harga dan biaya dapat dijadikan sebuah strategi pemasaran bisnis. Khandwalla (1972) mempertimbangkan harga, produk, dan pemasaran atau saluran distribusi sebagai faktor yang mewakili kompetisi pasar.[8] Computer-Aided Manufacturing (CAM) memberikan batch manufacturing dengan efisiensi yang cukup lama dalam proses dan juga industri dalam aliran lini.[9]
Salah satu strategi yang digunakan dalam industri manufaktur adalah strategi biaya (cost strategies). Cara ini dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi sehingga menekan biaya yang lebih rendah, baik dengan mengecilkan biaya pelanggan atau menaikkan biaya pesaingnya untuk tetap berada di industri.
Dengan digunakannya strategi biaya dapat diduga bahwa penggunaan aplikasi computer-aided manufacturing (CAM) dapat meningkatkan kompetensi pasar. Karena ketika kompetensi di pasar global mulai, perusahaan harus selalu mengamati serangkaian faktor yang dapat mempengaruhi pasar seperti halnya biaya. Hal inilah yang menjadi hubungan antara CAM dan pemasaran bisnis.




D.    Pengaruh Computer-Aided Manufacturing System (CAMS) terhadap Perkembangan Teknologi Informasi.
CAM berhubungan erat dengan istilah numerical control (NC).[10] NC merupakan suatu interface yang memungkinkan suatu mesin beroperasi dengan pergerakan yang diatur oleh sebuah bahasa program. Interface diterapkan pada mesin-mesin produksi.  
Dalam perkembangannya, pengendalian mesin dan Computer-Aided Manufacturing (CAM) telah menghasilkan sebuah mesin pintar (smart machine) dan robot. Robotik adalah teknologi dalam membuat dan menggunakan mesin dengan kepandaian komputer dan pengendalian komputer dengan kemampuan fisik manusia.[11] NC biasanya dianggap sebagai robot, hal ini merupakan bentuk otomatisasi yang memiliki hubungan  dan dikontrol oleh komputer. Alat ini yang mengendalikan semua aktivitas yang dilakukan secara langsung dengan bantuan mikro komputer.
Teknologi memiliki peranan penting disini. Dimana faktor produksi membawa pengaruh sangat besar terhadap kelangsungan usaha. Karena perkembangan ilmu dan teknologi maju dengan sangat pesat sehingga menjadikan sistem produksi harus dapat mengikuti perkembangannya.
Selain itu, informasi yang berasal dari data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna merupakan data yang telah diproses sehingga mempunyai arti dan meningkatkan pengetahuan seseorang. Disini terlilhat bahwa sumber informasi adalah data dan fakta yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata.
Contoh sederhana adalah Singapura yaitu Negara yang kecil dengan junlah penduduk sedikit, wilayahnya sempit, tidak banyak suber daya alamnya tetapi mampu menjadi Negara maju. Kunci sukses Singapura terletak pada penguasaan informasi. Singapura mampu memainkan peranan yang sangat strategis dalam perdagangan di Asia Tenggara bahkan Asia.[12]
Penguasaan teknologi informasi yang dimiliki dapat membantu CAM dalam pemasaran bisnis dengan baik. Karena dengan teknologi informasi akan diperoleh strategi dalam mengembangkan bisnis, sebagai contohnya strategi biaya (cost strategies) dalam penggunaan sistem CAM.



BAB III
PENUTUP


Penguasaan teknologi informasi saat ini digunakan industri dalam menggunakan komputer dalam hal ini computer-aided manufacturing (CAM) untuk memperkenalkan produk baru maupun disain baru (Computer-Aided design) dengan strategi pemasaran bisnis yang efisien dan efektif. Konsep utamanya adalah integrasi dari semua fungsi manufacturing dan fungsi bisnis melalui database umum. Karena dengan adanya integrasi dari keduanya akan menghasilkan produk yang lebih bagus dan keuntungan keduanya.
Strategi biaya merupakan strategi yang menjembatani antara sistem informasi manufaktur dan sistem informasi pemasaran. Dengan menggunakaan CAM, maka biaya akan jauh lebih rendah karena cara kerja CAM yang mudah dan cepat dengan pengawasan (kontrol) melalui komputer mini.
Ruang lingkup CAM meliputi: konstruksi, mekanik, elektronika, dan aplikasi perangkat lunak. Dengan demikian, cakupan perkembangan CAM meluas dan membuat CAM memiliki posisi penting dalam industri manufaktur.

 DAFTAR PUSTAKA


Buku:
Jimmy L. Gaol, 2008, Sistem Informasi Manajemen, Jakarta: Grasindo.



Jurnal:
Hutagalung, Megawati, 2006, Pengaruh Kompetisi pasar dan Computer-Aided Manufacturing System Terhadap Penggunaan Multiple Performance Measures, Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol 8 nomer 1.

Handayani Untari, Ningsih, 2005, Computer Aided Design/Computer Aided Manufaktur (CAD/CAM), Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK Volume X Nomer 3.


Internet:








Lain-lain:

Ali, Muhamad, 2011, Modul Kuliah Manajemen Idustri: Manajemen Oprasi  dan Produksi, Yogyakarta: Universita Negeri Yogyakarta.




[2] Megawati Hutagalung, 2006, Pengaruh Kompetisi pasar dan Computer-Aided Manufacturing System Terhadap Penggunaan Multiple Performance Measures, Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol 8 nomer 1,  hlm. 14.
[3] Jimmy L. Gaol, 2008, Sistem Informasi Manajemen, Jakarta: Grasindo, hlm. 36.
[4] Handayani Untari, Ningsih, 2005, Computer Aided Design/Computer Aided Manufaktur (CAD/CAM), Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK Volume X Nomer 3
[6]Jurnal, pemilihan teknologi, ibid., hlm. 55.

[8]  Megawati Hutagalung, 2006, Pengaruh Kompetisi pasar dan Computer-Aided Manufacturing System Terhadap Penggunaan Multiple Performance Measures, Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol 8 nomer 1,  hlm. 18.
[12] Muhamad Ali, 2011, Modul Kuliah Manajemen Idustri: Manajemen Oprasi  dan Produksi, Yogyakarta: Universita Negeri Yogyakarta, NY, hlm. 5.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar