PENGGUNAAN COMPUTER-AIDED MANUFACTURING
SYSTEM (CAMS) SEBAGAI USAHA PENGEMBANGAN PEMASARAN BISNIS
oleh: Qory Izatu Muna
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Dewasa ini perkembangan teknologi informasi
semakin meningkat. Semua itu terlihat dari gerak pertumbuhan yang cepat dalam
suatu lingkungan yang menuntut sistem informasi dan teknologi informasi dalam
membantu sebuah perusahaan untuk mencapai tujuan mereka. Segala sesuatunya
dapat diperoleh dengan mudah dan cepat. Oleh karena itu, teknologi informasi
menjadi sebuah ramuan yang diperlukan dalam membangun arah strategi suatu
perusahaan.
Hal ini dapat diartikan bahwa teknologi
informasi merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mengatasi masalah yang
terjadi. Sehingga pada era globalisasi saat ini, khususnya pada perusahaan
industri manufaktur dibutuhkan sebuah sistem yang dapat menunjang perkembangan
zaman.
Sistem CAM (computer-aided manufacturing
system) merupakan aplikasi dalam melakukan otomatisasi dan pengintegrasian
berbagai bagian material dari proses manufaktur dengan aspek-aspek lain dari
perusahaan.[1]
Dengan menggunakan CAM akan dapat mengembangkan hasil (product), jasa, olahan
dan kemampuan yang memberikan sebuah keuntungan strategi bisnis lewat kekuatan
persaingan industri perusahaan.
Menurut Linch dan Cross (1991) dan Kaplan dan
Norton (1996) ketika berkompetisi di pasar yang global, perusahaan harus
terus-menerus meningkatkan baik kualitas produk maupun proses produksi.[2] Dengan
demikian, dibutuhkan strategi pemasaran bisnis yang efisien dan efektif.
Dengan strategi yang efisien dan efektif, maka
akan didapatkan hasil dari produk dengan kualitas yang baik sesuai dengan yang
diprogramkan. Perkembangan CAM banyak ditemui pada berbagai industri, misalnya
industri otomatif, industri makanan dan minuman, industri tambang, industri
elektronika, industri kerajinan, dan lainnya.
Penggunaan CAM dapat menekankan biaya produksi
yang lebih rendah dan lebih mudah dalam pemasaran produk. Meskipun dalam
kenyataannya, CAM belum merupakan strategi produksi yang terdefinisikan dengan
baik, tapi lebih merupakan sistem dan strategi yang dikembangkan untuk
menangani berbagai aspek dari proses perancangan dan manufaktur.
Dengan demikian, penulis tertarik untuk
menulis makalah dengan judul Penggunaan Computer-Aided Manufacturing
System (CAMS) Sebagai Usaha Pengembangan Pemasaran Bisnis.
B.
Rumusan Masalah
Untuk memberikan arah pembahasan yang jelas dan operasional berdasarkan
latar belakang, dapat dirumuskan permasalahannya sebagai berikut:
1.
Bagaimanakah pengertian Computer-Aided Manufacturing System (CAMS)?
2.
Bagaimanakah cara kerja Computer-Aided Manufacturing System (CAMS)?
3.
Bagaimanakah hubungan Computer-Aided Manufacturing System (CAMS)
terhadap pemasaran bisnis?
4.
Bagaimanakah pengaruh Computer-Aided Manufacturing System (CAMS)
terhadap perkembangan teknologi Informasi?
C. Tujuan Penelitian
1. Memahami pengertian Computer-Aided
Manufacturing System (CAMS).
2. Memahami cara kerja Computer-Aided
Manufacturing System (CAMS).
3. Memahami hubungan Computer-Aided
Manufacturing System (CAMS) terhadap pemasaran bisnis.
4. Memahami pengaruh Computer-Aided
Manufacturing System (CAMS) terhadap perkembangan teknologi informasi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Computer-Aided Manufacturing
System (CAMS).
Dalam sistem informasi manufaktur berbasis komputer menggunakan beberapa
teknik untuk mendukung penggunaan komputer, diantaranya CAE (computer-aided
engineering) dan CAD (computer-aided design), sedangkan CAM (computer-aided
manufacturing) digunakan untuk membantu proses manufaktur dengan pengawasan
dan pengendalian produksi, peralatan, dan mesin produksi.
Computer-aided manufaturing (CAM) dan Computer-aided design (CAD) merupakan
suatu bentuk otomatisasi yang membantu perancang untuk memperbaiki berbagai
gambar, spesifikasi, dan elemen-elemen yang berhubungan dengan perancangan yang
menggunakan efek grafik khusus dan perhitungan program-program komputer.
CAM adalah aplikasi komputer pada proses produksi.[3]
Penggunaan CAM pada komputer untuk mengotomatiskan pengolahan dan pengoperasian
produksi pabrik. CAM juga digunakan pada mesin produksi yang telah dipasangkan
sebuah alat pengolah mikro (microprocessors) dan beberapa diantaranya
dikendalikan melalui komputer mini (mini computer).
(maaf, gambarnya ga memadai)
Gambar CAM dan CAD[4]

Contoh CAM
B.
Cara Kerja Computer-Aided Manufacturing System (CAMS).
Computer-aided manufacturing (CAM) mencakup
perencanaan proses manufaktur dan alat, yang melalui database dengan mengontrol serta memindahkan bahan oleh
komputer. Hal ini dapat dicapai dengan mengatur batch menurut grup teknologi
(GT) dan menggunakan sistem manufacturing yang fleksibel yang dapat mempercepat
aliran produk dan meningkatkan pemanfaatan mesin dalam lingkungan fabrikasi.
Dalam hal ini semua mesin dibutuhkan untuk
menghasilkan part keluarga yang dikelompokkan bersama-sama. Ketika keluarga
part yang sama dihasilkan didalam sel ke sel lainnya dan pemanfaatan kapasitas
dapat dikurangi terhadap sejumlah aliran alternatif. Manfaat utama dari GT
adalah mempercepat proses manufacturing dan mengurangi persediaan dalam proses.[5]
Hal ini dapat dilakukan dengan cara memindahkan part keluarga dengan cepat
melalui proses manufacturing.
CAM juga memanfaatkan komputer untuk mendisain
proses produksi, mengontrol alat mesin dan mengontrol aliran bahan dalam manufacturing
batch.[6]
Karena dengan menggunakan komputer, sangat memungkinkan dalam melakukan
perubahan mesin dengan cepat. Lebih lagi memungkinkan pengoperasian mesin
secara otomatis setelah adanya petunjuk dari komputer server.
Ruang lingkup pemakaian CAM:
1.
Arsitektur, teknik, konstruksi
2.
Mekanik
1)
Automotif
2)
Penerbangan
3)
Consumer Goods
4)
Mesin-mesin
5)
Bangunan kapal
3.
Elektronika dan listrik
4.
Perencanaan proses manufaktur
5.
Rancangan rangkaian digital
6.
Aplikasi perangkat lunak
C. Hubungan Computer-Aided Manufacturing System
(CAMS) terhadap Pemasaran Bisnis.
Dalam dunia bisnis, sistem informasi pemasaran merupakan bagian dari sistem
informasi manajemen yang digunakan dalam pemecahan masalah pemasaran. Fungsi
bisnis dalam pemasaran menitikberatkan pada perencanaan, promosi, penjualan
produk, pengembangan pasar, dan pengembangan produk baru guna meningkatkan
pelayanan kepada pelanggan.[7]
Model dari sistem informasi pemasaran terlihat dalam gambar dibawah ini.
Sedangkan fungsi operasi dalam sistem informasi manufaktur merupakan semua
aktivitas yang berhubungan dengan perencanaan dan pengendalian proses yang
menghasilkan barang atau jasa. Model dari sistem informasi manufaktur terlihat
dalam gambar dibawah ini.

Input subsystem
output subsystem
data
|

|
|||||
data
marketing
![]() |
|||||
data![]() |
|||
Gambar model sistem informasi pemasaran
Input subsystem
output subsystem
data
|
data
informasi
data
marketing
![]() |
|||||

Gambar model sistem informasi manufaktur
Dari kedua model di atas terlihat bahwa keduanya merupakan bagian dari
sistem informasi manajemen. Dimana harga dan biaya dapat dijadikan sebuah
strategi pemasaran bisnis. Khandwalla (1972) mempertimbangkan harga, produk,
dan pemasaran atau saluran distribusi sebagai faktor yang mewakili kompetisi
pasar.[8]
Computer-Aided Manufacturing (CAM) memberikan batch manufacturing dengan
efisiensi yang cukup lama dalam proses dan juga industri dalam aliran lini.[9]
Salah satu strategi yang digunakan dalam industri manufaktur adalah
strategi biaya (cost strategies). Cara ini dilakukan dengan menggunakan
teknologi informasi sehingga menekan biaya yang lebih rendah, baik dengan
mengecilkan biaya pelanggan atau menaikkan biaya pesaingnya untuk tetap berada
di industri.
Dengan digunakannya strategi biaya dapat diduga bahwa penggunaan aplikasi computer-aided
manufacturing (CAM) dapat meningkatkan kompetensi pasar. Karena ketika
kompetensi di pasar global mulai, perusahaan harus selalu mengamati serangkaian
faktor yang dapat mempengaruhi pasar seperti halnya biaya. Hal inilah yang
menjadi hubungan antara CAM dan pemasaran bisnis.
D. Pengaruh Computer-Aided Manufacturing
System (CAMS) terhadap Perkembangan Teknologi Informasi.
CAM berhubungan erat dengan istilah numerical control (NC).[10]
NC merupakan suatu interface yang memungkinkan suatu mesin beroperasi dengan
pergerakan yang diatur oleh sebuah bahasa program. Interface diterapkan pada
mesin-mesin produksi.
Dalam perkembangannya, pengendalian mesin dan Computer-Aided
Manufacturing (CAM) telah menghasilkan sebuah mesin pintar (smart
machine) dan robot. Robotik adalah teknologi dalam membuat dan menggunakan
mesin dengan kepandaian komputer dan pengendalian komputer dengan kemampuan
fisik manusia.[11]
NC biasanya dianggap sebagai robot, hal ini merupakan bentuk otomatisasi yang
memiliki hubungan dan dikontrol oleh
komputer. Alat ini yang mengendalikan semua aktivitas yang dilakukan secara
langsung dengan bantuan mikro komputer.
Teknologi memiliki peranan penting disini.
Dimana faktor produksi membawa pengaruh sangat besar terhadap kelangsungan
usaha. Karena perkembangan ilmu dan teknologi maju dengan sangat pesat sehingga
menjadikan sistem produksi harus dapat mengikuti perkembangannya.
Selain itu, informasi yang berasal dari data
yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna merupakan data yang telah
diproses sehingga mempunyai arti dan meningkatkan pengetahuan seseorang. Disini
terlilhat bahwa sumber informasi adalah data dan fakta yang menggambarkan suatu
kejadian-kejadian dan kesatuan nyata.
Contoh sederhana adalah Singapura yaitu Negara
yang kecil dengan junlah penduduk sedikit, wilayahnya sempit, tidak banyak
suber daya alamnya tetapi mampu menjadi Negara maju. Kunci sukses Singapura
terletak pada penguasaan informasi. Singapura mampu memainkan peranan yang
sangat strategis dalam perdagangan di Asia Tenggara bahkan Asia.[12]
Penguasaan teknologi informasi yang dimiliki
dapat membantu CAM dalam pemasaran bisnis dengan baik. Karena dengan teknologi
informasi akan diperoleh strategi dalam mengembangkan bisnis, sebagai contohnya
strategi biaya (cost strategies) dalam penggunaan sistem CAM.
BAB III
PENUTUP
Penguasaan teknologi informasi saat ini digunakan industri dalam
menggunakan komputer dalam hal ini computer-aided manufacturing (CAM)
untuk memperkenalkan produk baru maupun disain baru (Computer-Aided design)
dengan strategi pemasaran bisnis yang efisien dan efektif. Konsep utamanya
adalah integrasi dari semua fungsi manufacturing dan fungsi bisnis melalui
database umum. Karena dengan adanya integrasi dari keduanya akan menghasilkan
produk yang lebih bagus dan keuntungan keduanya.
Strategi biaya merupakan strategi yang menjembatani antara sistem informasi
manufaktur dan sistem informasi pemasaran. Dengan menggunakaan CAM, maka biaya
akan jauh lebih rendah karena cara kerja CAM yang mudah dan cepat dengan
pengawasan (kontrol) melalui komputer mini.
Ruang lingkup CAM meliputi: konstruksi, mekanik, elektronika, dan aplikasi
perangkat lunak. Dengan demikian, cakupan perkembangan CAM meluas dan membuat
CAM memiliki posisi penting dalam industri manufaktur.
DAFTAR PUSTAKA
Buku:
Jimmy L. Gaol, 2008, Sistem Informasi Manajemen, Jakarta:
Grasindo.
Jurnal:
Hutagalung, Megawati, 2006, Pengaruh Kompetisi pasar dan
Computer-Aided Manufacturing System Terhadap Penggunaan Multiple Performance
Measures, Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol 8 nomer 1.
Handayani Untari, Ningsih, 2005, Computer Aided Design/Computer
Aided Manufaktur (CAD/CAM), Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK Volume X
Nomer 3.
Internet:
Model dan Sistem Informasi: Aplikasi Sistem
Informasi (2), http://lecturer.eepis-its.edu/~kholid/kuliah/DSI/Day%2014%20-%20Aplikasi%20SIM%20%282%29.pdf
Sujanayogi,
http://sujanayogi.wordpress.com/2010/03/05/cam-computer-aided-manufacturing-truemill-dalam-surfcam/
Lain-lain:
Ali, Muhamad,
2011, Modul Kuliah Manajemen Idustri: Manajemen Oprasi dan Produksi, Yogyakarta: Universita
Negeri Yogyakarta.
[1] Model dan Sistem Informasi: Aplikasi Sistem
Informasi (2), http://lecturer.eepis-its.edu/~kholid/kuliah/DSI/Day%2014%20-%20Aplikasi%20SIM%20%282%29.pdf
[2] Megawati
Hutagalung, 2006, Pengaruh Kompetisi pasar dan Computer-Aided Manufacturing
System Terhadap Penggunaan Multiple Performance Measures, Jurnal Akuntansi
dan Keuangan, Vol 8 nomer 1, hlm. 14.
[3] Jimmy L. Gaol,
2008, Sistem Informasi Manajemen, Jakarta: Grasindo, hlm. 36.
[4] Handayani
Untari, Ningsih, 2005, Computer Aided Design/Computer Aided Manufaktur
(CAD/CAM), Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK Volume X Nomer 3
[5]
Diambil dari makalah Bab IV, Pemilihan Teknologi, hlm. 55. http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=pengaruh%20computer%20aided%20manufacturing%20terhadap%20pemasaran%20bisnis&source=web&cd=2&ved=0CCgQFjAB&url=http%3A%2F%2Focw.usu.ac.id%2Fcourse%2Fdownload%2F4160000079-manajemen-operasi%2Ftdi_437_handout_pemilihan_teknologi.pdf&ei=M2qLT5egH5DumAXg2eXUCQ&usg=AFQjCNHLqavGdcRYwViEcM4GtGMjF5IcVA
[6]Jurnal, pemilihan teknologi, ibid., hlm. 55.
[8] Megawati Hutagalung, 2006, Pengaruh
Kompetisi pasar dan Computer-Aided Manufacturing System Terhadap Penggunaan
Multiple Performance Measures, Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol 8 nomer
1, hlm. 18.
[9]Jurnal, Pemilihan Teknologi, hlm 54. http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=pengaruh%20computer%20aided%20manufacturing%20terhadap%20pemasaran%20bisnis&source=web&cd=2&ved=0CCgQFjAB&url=http%3A%2F%2Focw.usu.ac.id%2Fcourse%2Fdownload%2F4160000079-manajemen-operasi%2Ftdi_437_handout_pemilihan_teknologi.pdf&ei=M2qLT5egH5DumAXg2eXUCQ&usg=AFQjCNHLqavGdcRYwViEcM4GtGMjF5IcVA
[10]Sujanayogi,
http://sujanayogi.wordpress.com/2010/03/05/cam-computer-aided-manufacturing-truemill-dalam-surfcam/
[12] Muhamad Ali,
2011, Modul Kuliah Manajemen Idustri: Manajemen Oprasi dan Produksi, Yogyakarta: Universita Negeri
Yogyakarta, NY, hlm. 5.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar